Knowledge & Benefit Nabung Saham , Reksadana dan Obligasi @ Pasar Modal Indonesia

***** Buat Bapak/Ibu yang Memerlukan Konsultasi @ VVIP Room  :
1. Mendapatkan info khusus Reksadana atau saham potensi naik terupdate 7%-48%.
2. bimbingan money management Reksadana / saham.
3. mendapatkan early warning jika ada Reksadana atau saham yang menujukkan indikasi bahaya (jadi kita bisa cepat-cepat keluar terhindar dari nyangkut dan bisa saving money)
4. Bimbingan analisa teknikal sampai mahir.(chart pattern)
5. Konsultasi analisa fundamental.
6. Konsultasi apa aja tentang Reksadana / saham.

***** CONTACT  :

Mr. NICO WIHARTO - Asset Management FUND

08111 05 8210 (WhatsApp)

0817 608 7600

nico.wiharto87@gmail.com

EXECUTIVE SUMMARY 2017 :
Dari ulasan berbagai sentimen data-data makro ekonomi global serta domestik yang dianggap dapat memberikan dampak signifikan terhadap kinerja indeks Pasar Modal domestik, maka kesimpulan beserta sikap-sikap yang perlu dicermati investor, sebagai berikut:

A. Makro ekonomi
          I. Global
              **  Peluang :
                    -Kebijakan ekonomi ekspansif (stimulus maupun kelonggaran
                      moneter) hingga saat ini masih terus dilancarkan oleh sejumlah
                      bank sentral negara besar (AS, China, dan Uni Eropa)
                    -Penundaan pertimbangan CNY oleh IMF menjadi salah satu mata
                     uang devisa dunia memberikan katalis positif di pasar keuangan.
            

       II.  Domestik
            **Peluang :
               -Suku bunga acuan dipertahankan stabil
               -Laju inflasi yang terjaga 
               -Neraca perdagangan masih bertahan surplus
               - Kenaikan tarif bea masuk atas barang impor yang bersifat
                  konsumsi memberikan peluang pertumbuhan bagi industri lokal
               -Reshuffle kabinet memberikan harapan ekonomi Indonesia menjadi
                 lebih baik.

B. Pasar Saham  
          I. Jangka Pendek
                 - Alternatif pilihan pada sektor Konsumsi yaitu sektor Properti, sektor
  Infrastruktur, sektor Aneka Industri, dan sektor Keuangan.

        II. Jangka Panjang 

                - Ekspektasi pemulihan kinerja emiten semester II-2017, seiring ekspektasi
 peningkatan realisasi anggaran pemerintah yang berpeluang menopang
 ekonomi.
                  -Memanfaatkan momentum pelemahan untuk melakukan akumulasi pada saham-saham undervalued dari sektor yang prospektif dalam jangka
 panjang

C. Pasar Obligasi

        I. SUN (Surat Utang Negara)
           - Minat investor asing terbilang masih tinggi, terutama pada tenor panjang

       II. Korporasi
           - Sektor emiten yang prospektif dan defensif terhadap gejolak ekonomi dan minim eksposur terhadap pelemahan kurs Rp/USD  

          -Alternatif pada obligasi dengan fundamental solid (rating minimal A dan
 potensi default kecil) yang memiliki yield kompetitif (2% di atas LPS)

Banyaknya produk baru yang diterbitkan terutama untuk jenis reksa dana saham, menimbulkan pertanyaan dari mengapa Pasar Sekuritas kembali menerbitkan reksa dana saham yang baru ? Sebagaimana perlu dijelaskan, pertimbangan dari penerbitan produk baru biasanya ada 2 yaitu untuk melengkapi variasi produk yang tidak dimiliki sebelumnya dan berdasarkan permintaan dari nasabah.

Untuk alasan variasi produk, sebagai contoh dahulu Pasar Sekuritas tidak memiliki reksa dana syariah, maka diterbitkanlah Dana Syariah Saham dan Dana Syariah Berimbang. Sebelumnya produk reksa dana campuran yang ada komposisi sahamnya lebih dominan, maka diterbitkan Dana Prioritas yang sahamnya maks 30%. Belum ada reksa dana yang memberikan dividen tetap setiap bulan, maka diterbitkan Dana Pendapatan Berkala yang memberikan dividen secara bulanan.

Untuk alasan permintaan nasabah, biasanya lebih karena lebih karena permintaan dari investor institusi. Sebab dana kelolaan dari investor institusi menyumbang lebih dari 50% total dana kelolaan. Untuk itu, biasanya jika ada permintaan maka akan selalu diusahakan untuk diakomodasikan. Sebagai contoh pada saat pembangunan infrastruktur pemerintah sedang berjalan dimana-mana, ada permintaan untuk dibuat reksa dana yang bertemakan infrastruktur. Pada saat itu lahirlah Dana Infrastruktur Bertumbuh.

Kemudian ada juga permintaan untuk dibuat reksa dana dengan tujuan sosial atau dikenal dengan endowment fund. Lahirlah Dana Teladan yang memiliki kebijakan untuk menyumbangkan 0.25% dari dana kelolaan untuk kegiatan sosial. Untuk produk ini, malahan pada awalnya ekslusif untuk nasabah tertentu, baru kemudian dibuka untuk umum.

Sebagaimana diketahui saat ini, industri keuangan Indonesia sangat seksi di mata investor asing. Investor bukan hanya membeli sahamnya untuk diperjual belikan, tapi sudah mengakusisi sebagian perusahaan dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Tidak usah jauh-jauh, untuk Perusahaan Telekomunikasi XL Sendiri contohnya bisa dilihat dengan mudah. Axiata membeli sebagian kepemilikan XL menjadi XL – AXIATA. Sebelumnya Perusahaan Telekomunikasi INDOSAT juga dibeli sebagian kepemilikannya oleh perusahaan Qatar (Qtel) menjadi INDOSAT OOREDOO. Kemudian Perusahaan Air Mineral Dalam Kemasan AQUA juga diakusisi sebagian oleh perusahaan asal Peransis yaitu DANONE yang merupakan salah satu perusahaan Air Mineral terbesar di dunia.

Masuknya investor asal luar negeri tersebut juga membawa perubahan mulai dari budaya kerja, cara berbisnis, hingga kebijakan pengelolaan investasi. Cara mereka melihat reksa dana sedikit banyak dipengaruhi oleh filosofi investasi di negara asalnya. Sebagaimana diketahui, di Amerika Serikat, saat ini terjadi perubahan pada minat reksa dana.

Di Amerika Serikat, reksa dana dapat dibagi menjadi reksa dana yang dikelola secara aktif dan reksa dana yang dikelola secara pasif. Jika dulunya reksa dana aktif yang lebih mendominasi dana kelolaan industri, sekarang porsi reksa dana pasif semakin lama semakin besar. Pada grafik di bawah bisa dilihat bahwa porsi reksa dana pasif adalah sekitar 20% dari industri pada tahun 2006 dan menjadi sekitar 40%an pada 2016.

Tren inilah yang memunculkan permintaan, apakah dulu Pasar Sekuritas ada reksa dana pasif?Karena pada saat itu belum ada, maka sekarang dibuatlah Sekuritas Reksadana Pasif.

Apa Beda Reksa Dana Aktif dan Reksa Dana Pasif ?

Reksa dana aktif artinya reksa dana tersebut dikelola secara aktif dengan target mengalahkan acuannya. Apa acuannya? Kalau untuk reksa dana saham biasanya adalah IHSG atau LQ-45 sementara untuk reksa dana pendapatan tetap adalah indeks obligasi. Sementara yang dimaksud dengan reksa dana pasif adalah reksa dana yang berusaha untuk menyamai acuannya.

Pada prakteknya perwujudan dari reksa dana pasif bisa berupa Reksa Dana Indeks dan ETF (Exchange Traded Fund) atau reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa.

Untuk menggambarkan perbedaan antara reksa dana yang aktif dan pasif, berikut adalah perbandingannya :

Dalam suatu indeks, apakah itu IHSG, LQ-45, Kompas-100, IDX-30 dan sebagainya biasanya terdiri dari sekelompok saham dengan kontribusi yang berbeda-beda. Besaran kontribusi tersebut ditentukan oleh besaran kapitalisasi masing-masing saham. Kapitalisasi diperoleh dari perkalian harga dan jumlah lembar saham.

Selanjutnya dari kapitalisasi pasar ini bisa diperoleh gambaran berapa kontribusi saham tersebut dalam suatu indeks. Sebagai contoh, misalkan diketahui kontribusi BBCA terhadap indeks adalah 5%, artinya jika hari ini semua saham harganya sama dan saham BBCA naik 10%, maka indeks akan naik sebesar 5% x 10% atau naik 0.5%. Sebaliknya jika saham BBCA turun 10%, maka indeks saham juga akan turun 0.5% dengan asumsi semua saham lainnya tetap.

Reksa dana yang dikelola secara aktif, biasanya akan menyusun portofolio investasi sesuai dengan analisanya masing-masing. Misalkan karena outlook sektor perbankan bagus, walaupun kapitalisasi pasar dari perbankan sekitar 4-5%, reksa dana aktif melakukan penempatan hingga 8%. Kemudian karena sektor otomotif dianggap kurang bagus, walaupun saham ASII berkontribusi 4% terhadap indeks, reksa dana yang dikelola secara aktif bisa saja memilih tidak ada penempatan sama sekali. Tentu saja, gambaran di atas adalah contoh, bukan kondisi sebenarnya.

Penempatan pada masing-masing saham juga harus memperhatikan batasan dari OJK yaitu maksimal 10% pada satu perusahaan. Konsentrasi yang terlalu tinggi pada 1 saham selain bisa menyebabkan tingkat risiko yang tinggi, pada saat terjadi kenaikan juga berpotensi menyebabkan pelanggaran pada batasan maksimum per saham. Untuk itu, kecuali sangat yakin, adalah jarang sekali dijumpai penempatan ke 1 perusahaan hingga 8 – 10%.

Untuk reksa dana yang dikelola secara pasif, pertimbangan akan kondisi perekonomian, valuasi harga wajar saham, bisa dikatakan sangat minimal. Yang menjadi perhatian adalah komposisi saham terhadap indeks. Jika suatu saham memberikan kontribusi 12% terhadap indeks, maka reksa dana yang dikelola secara pasif akan menempatkan komposisi yang kurang lebih sama pada portofolionya.

Sebagaimana pada contoh di atas, komposisi pada reksa dana pasif sama dengan indeks yang dijadikan acuannya sehingga kinerjanya juga akan kurang lebih sama dengan indeks tersebut. Untuk reksa dana yang dikelola secara aktif, ketika strateginya yang dipilihnya tepat, kenaikannya bisa di atas indeks, namun ketika salah, bisa turun di bawah indeks acuannya.

Indeks Acuan

Indeks yang bisa dijadikan acuan di Indonesia sangat banyak. Mulai dari IHSG (atau dikenal dengan JCI), LQ-45, Kompas 100, IDX 30, hingga indeks Indonesia versi luar negeri yaitu MSCI (Morgan Stanley Capital Index) yang dibuat oleh lembagan Morgan Stanley. Indeks ini menjadi salah satu acuan dari ETF EIDO di luar negeri yang berinvestasi ke Indonesia.

Perbedaan utama antara Indeks yang dibuat di Indonesia dengan Indeks di luar negeri biasanya di penentuan bobot. Jika di Indonesia, besaran bobot ditentukan berdasarkan kapitalisasi pasar, maka di luar negeri ditambahkan lagi bobot saham beredar di publik. Semakin banyak saham beredar di publik, maka bobotnya akan semakin besar karena faktor likuiditas menjadi salah satu pertimbangan investor asing saat berinvestasi di Indonesia.

Dari sekian banyak indeks yang ada, tentu sulit untuk menentukan pilihan karena ada LQ-45 yang likuid, Kompas 100 yang likuid dan mempertimbangkan fundamental dan beberapa indeks lainnya. Untuk itu dilakukan studi dan hasilnya sebagai berikut :

Perbandingan IHSG (JCI) vs LQ-45, Kompas 100 dan MXID (Morgan Stanley Capital Index) :

Berdasarkan data, ternyata untuk kinerja CAGR (Compound Annual Growth Rate) atau rata-rata return tahunan IHSG selama 10 tahun dari 2007 – 2016 mengalahkan LQ-45, Kompas 100 dan MXID. Ketika kinerjanya dipecah untuk pasar dalam kondisi bullish seperti 2007 – 2011 dan 2011 – 2016, kinerja IHSG tetap lebih baik dibandingkan indeks lainnya.

IHSG vs Rata-rata Reksa Dana Saham 2007 – 2016 :

Jika dibandingkan dengan rata-rata reksa dana saham dalam jangka panjang, terlihat bahwa ternyata IHSG juga mengalahkan rata-rata reksa dana saham secara umum. Jika IHSG sendiri adalah reksa dana, maka bisa dikatakan reksa dana IHSG ini lebih baik dibandingkan rata-rata reksa dana pada umumnya.

Atas pertimbangan tersebut, maka diputuskan IHSG akan dijadikan sebagai rujukan untuk produk reksa dana saham baru yang akan dibuat.

Reksa Dana Indeks, ETF, atau Reksa Dana Saham ?

Dalam membuat reksa dana pasif, manajer investasi bisa memilih untuk membuat reksa dana indeks atau ETF (Exchange Traded Fund). Yang dimaksud dengan ETF adalah reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa. Berbeda dengan reksa dana pada umumnya, ETF dapat dijual di bursa saham sebagaimana kita menjual saham dengan harga bid dan offer. Karena bisa diperdagangkan bursa, ETF selain memiliki harga NAB/Up penutupan, juga memiliki harga live harian seperti halnya saham.

Di Indonesia, ETF memang semakin berkembang, namun di satu sisi transaksi di pasar sekunder belum terlalu banyak sehingga jika ada transaksi dalam jumlah besar kemungkinan masih akan sedikit mengalami kesulitan likuiditas. Meski demikian, investor tetap bisa membeli atau menjualnya langsung dengan manajer investasi dengan minimum nominal yang lebih besar.

Penerbitan ETF sedikit lebih rumit karena membutuhkan satu pihak tambahan lagi yaitu dealer partisipan. Yang dimaksud dengan dealer partisipan adalah perusahaan sekuritas yang menjadi market maker atau bandar, dimana jika ada yang mau membeli dan tidak ada likuiditas di pasar, maka mereka akan menjadi standby seller. Sebaliknya ketika ada yang mau jual, mereka akan menjadi standby buyer. Harga pembelian dan penjualan ditetapkan oleh dealer partisipan.

Di luar negeri, ETF sangat populer karena transaksi di pasar sekunder sangat ramai. Saking ramainya, investor luar juga memanfaatkan peluang ini untuk melakukan arbitrase harga. Sebagai contoh, misalkan Indeks LQ-45 di harga 923. Transaksi di pasar sekunder bisa saja lebih tinggi atau lebih rendah dari harga tersebut. Katakanlah pada saat ini adalah penawaran di harga 923 jam 10 pagi, karena meyakini indeks LQ-45 akan naik pada penutupan nanti, investor membeli ETF LQ-45 di harga pasar kemudian melakukan redemption di siang harinya ke manajer investasi untuk mendapatkan keuntungan.

Yang lebih ekstrem lagi, setahu saya praktek ini hanya terjadi di luar negeri, investor membeli ETF di pasar sekunder atau langsung ke manajer investasi, kemudian meminta untuk memecah ETF tersebut secara individual untuk dijual secara ketengan per masing-masing saham. Hal ini dilakukan karena investor ETF yakin bisa mendapatkan keuntungan dari praktek arbitrase harga tersebut.

Karena transaksi ETF di pasar sekunder Indonesia masih belum seaktif luar negeri, maka pada dasarnya tidak ada perbedaan yang terlalu berarti antara ETF dan reksa dana indeks. Terutama untuk anda yang mau berinvestasi dalam jumlah besar. Dalam membuat reksa dana indeks, ada 4 ketentuan pengelolaan yang membedakan dengan reksa dana lain yaitu :

Penjelasan dari 4 kewajiban di atas sebagai berikut :

Minimal 80% penempatan ke instrumen sesuai Indeks Acuan

Artinya jika reksa dana indeks memilih IHSG sebagai indeks acuan, maka minimum 80% dari dana kelolaan reksa dana bisa ditempatkan ke dalam IHSG. Jika memilih Indeks LQ-45, maka minimum 80% dari dana kelolaan ditempatkan ke LQ-45.

Minimal 80% dari anggota Indeks Acuan harus termasuk

Misalkan indeks yang dijadikan acuan adalah Kompas 100 yang terdiri dari 100 saham pilihan Kompas, maka reksa dana indeks yang mengacu ke Kompas 100 minimal harus memiliki 80% dari anggota yaitu 80 saham. Bagaimana jika acuannya IHSG, maka jumlah sahamnya juga minimal 80% anggota IHSG. Sebagai informasi, jumlah anggota IHSG per Desember 2016 adalah sebagai berikut :

Per Desember 2016, jumlah saham di IHSG lebih dari 500 saham. Dengan asumsi ada 500 saja, maka reksa dana indeks IHSG diwajibkan memiliki minimal 400 saham.

Alokasi per perusahaan antara 80% – 120%

Untuk point ini, lebih jelasnya adalah sebagai berikut :

 Sumber : Bursa Efek Indonesia

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, contoh kontribusi saham dari Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) no 16 adalah sebesar 0.99% atau saya bulatkan jadi 1%. Berdasarkan ketentuan tersebut, reksa dana indeks diperbolehkan untuk berinvestasi antara 0.8% – 1.2% di reksa dana.

Pasal ini bermanfaat jika dalam Indeks ada yang memiliki kontribusi lebih dari 10%. Pada reksa dana biasa, maksimal ke 1 perusahaan hanya 10%. Hal ini tidak berlaku untuk reksa dana indeks yang diperbolehkan lebih dari itu. Namun karena di IHSG tidak ada saham yang bobotnya lebih dari 10%, maka point ini menjadi kurang begitu bermanfaat bagi reksa dana yang acuannya IHSG.

Ada Tracking Error yang wajib dijaga

Tracking error adalah istilah statistik untuk mengukur seberapa jauh deviasi antara reksa dana indeks dengan indeks acuannya. Karena merupakan istilah statistik, ada yang beranggapan bahwa jika angkanya 3%, maka selisih antara reksa dana indeks IHSG dengan IHSG adalah plus minus 3%. Hal ini kurang tepat, dan juga saya ralat jika dalam beberapa kali preview penjelasan saya demikian.

Tracking error secara matematis dihitung dari standar deviasi antara return reksa dana dengan return indeks acuan. Karena merupakan standar deviasi, maka ketika angkanya 3% maka jarak antara reksa dana indeks dengan indeks tidak benar-benar 3% dan bisa lebih kecil dari angka tersebut.

Tidak ada standar berapa harusnya besaran suatu tracking error, tapi manajer investasi diminta untuk menentukan suatu angka yang seterusnya untuk dijaga agar tidak melebihi ketentuan. Bagi investor secara awam, pada dasarnya yang penting pergerakan antara reksa dana indeks IHSG dengan IHSG kalau bisa identik sehingga tracking error bisa sama dengan 0.

Dari 4 syarat di atas, terus terang syarat paling sulit adalah nomor 2 dimana kewajiban 80% anggota indeks harus termasuk. Hal ini karena tidak semua saham dari IHSG tersebut aktif. Saham yang jumlah transaksinya cukup likuid sehingga cukup aman untuk dijadikan portofolio investasi reksa dana mungkin hanya sekitar 100an. Akibatnya jika harus berinvestasi pada lebih dari 400 saham, akan besar sekali kemungkinan manajer investasi terjebak pada saham yang tidak likuid atau terpaksa harus membeli sangat mahal dan menjual sangat murah agar bisa memiliki portofolio yang diharapkan. Di sisi lain, karena tidak adanya saham yang bobotnya lebih dari 10% di IHSG, maka manfaat dari kebijakan 80% – 120% untuk reksa dana indeks tidak dapat dimaksimalkan.

Atas pertimbangan di atas, maka manajer investasi di Indonesia memutuskan bahwa jenis reksa dana yang dibuat agar mengacu ke IHSG ini adalah jenis Reksa Dana Saham. Bukan reksa dana Indeks ataupun ETF. Secara umum, pengelolaan reksa dana ini sebagai berikut :

  • Reksa Dana Saham

  • Pemilihan saham sekitar 75 – 80 saham

  • Dasar pengelolaan digunakan pendekatan kuantitatif dan fundamental

  • Rebalancing dilakukan tiap 2 bulan atau jika diperlukan

Dengan memilih antara 75-80 saham yang dianalisa secara kuantitatif dan sedikit fundamental untuk saham yang kapitalisasinya kecil serta dilakukan rebalancing setiap 2 bulan, berdasarkan back testing dapat diperoleh suatu reksa dana yang pergerakannya menyerupai indeks IHSG dengan tracking error tidak lebih dari 3%.

Apakah reksa dana ini akan berinvestasi pada saham-saham spekulatif ?

Tidak bisa dipungkiri tidak semua saham yang ada di Bursa Efek Indonesia merupakan saham yang fundamentalnya baik. Ada yang rugi, ada yang kurang comply, ada pula yang Good Corporate Governancenya (GCG) kurang baik seperti terlambat menerbitkan laporan keuangan dan sebagainya. Biasanya untuk reksa dana saham di Indonesia , saham dengan GCG yang kurang baik otomatis sudah akan dieliminasi.

Karena menggunakan pendekatan berbasis kuantitatif, maka apabila ada saham spekulatif tapi memiliki kontribusi yang signifikan terhadap IHSG dan cukup likuid, maka Pasar Sekuritas di Indonesia bisa berinvestasi pada saham tersebut. Hal ini karena tujuan dari Reksadana Pasif adalah menyerupai IHSG, maka pertimbangan fundamental dan GCG menjadi prioritas nomor 2.

*****   Buat Bapak/Ibu yang Memerlukan Konsultasi @ VVIP Room  :
 1. Mendapatkan info khusus Reksadana atau saham potensi naik terupdate 7%-48%.
 2. bimbingan money management Reksadana / saham.
 3. mendapatkan early warning jika ada Reksadana atau saham yang menujukkan indikasi bahaya (jadi kita bisa cepat2 keluar terhindar dari nyangkut dan bisa saving money)
 4. Bimbingan analisa teknikal sampai mahir.(chart pattern)
 5. Konsultasi analisa fundamental.
 6. Konsultasi apa aja tentang Reksadana / saham.

***** CONTACT  :

Mr. NICO WIHARTO - Asset Management FUND

08111 05 8210 (WhatsApp)

0817 608 7600

nico.wiharto87@gmail.com

 

SIMANIS MADU SNI – PRODUSEN MADU PURE HONEY 100%

Sejak dahulu madu sudah banyak diginakan oleh para ahli kedokteran untuk
menyembuhkan beberapa penyakit.
Penyakit-penyakit yang berhasil disembuhkan
antara lain :
luka (pasca pembedahan, dibuktikan oleh ahli bedah Rusia Y. Krintsky),
Penyakit saluran pernapasan bagian atas, flu, penyakit paru (TBC pulmonary),
penyakit jantung
(Avicena” bapak kedokteran” berpendapat bahwa madu adalah obat
penyakit jantung yang manjur), penyakit perut dan usus, penyakit hati, penyakit
syaraf dan penyakit kulit.
Menurut Winarno (1982), berabad-abad lamanya madu
telah digunakan untuk pengobatan penyakit jantung.
Otot jantung bekerja tanpa
istirahat Karena itu memerlukan desktrosa sebagai sumber energi untuk
menggantikan energi yang hilang .
Madu memiliki komponen kimia yang memiliki efek koligemik yakni asetilkolin.
Asetilkolin berfungsi untuk melancarkan peredaran darah dan mengurango tekanan
darah.
Gula yang terdapat dalam madu akan terserap langsung oleh darah sehingga
menghasilkan energi secara cepat bila dibandingkan dengan gula biasa.
Khasiat SIMANIS MADU :
 1. Madu Multiflora:              (Rp.60.000/500Gram)                                                    Meningkatkan daya tahan tubuh
Menyembuhan darah tinggi/rendah
Membuat anak muda tidur
Menyembuhkan Reumatik
Memperlancar fungsi otak
Menyembuhkan luka bakar
2. Madu Hutan:                   (Rp.75.000/500Gram)
Meningkatkan daya tahan tubuh
Menyembuhkan sariawan
Menyembuhkan luka bakar
Memperlancar fungsi otak                                                                                                             Menyembuhkan malaria                                                                                                                     Menyembuhkan keputihan                                                                                                    Menyembuhkan anak susah tidur
3. Madu Kelengkeng:            (Rp.100.000/500Gram)                                                 Meningkatkan daya tahan tubuh
Memperlancar urin
Memperkuat fungsi ginjal
Mempercepat penyembuhan luka
operasi
Memperlancar fungsi otak
Menyembuhkan luka bakar

 

Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-3545-1994, madu adalah cairan
manis yang dihasilkan oleh lebah madu berasal dari berbagai sumber nectar.

Nektar
adalah semacam cairan yang dihasilkan oleh kelenjar nectar tumbuhan, kaya akan
pelbagai bentuk karbohidrat (3-87%), seperti sukrosa, fruktosa dan glukosa,
mengandung sedikit senyawa-senyawa pengandung nitrogen, seperti asam-asam
amino, amida-amida, asam-asam organik, vitamin-vitamin, senyawa aromatik dan
juga mineral-mineral.

Madu yang telah dimasak mengandung fruktosa 41.0%,
glukosa 35.0%, sukrosa 1.9%, dekstrin 1.5%, mineral 0.2%, air 17% dan zat-zat lain
diantaranya asam amino sebanyak 3.5%.

Codex Alimentarius Commision (1983/1984) mendefinisikan madu sebagai zat
manis yang dihasilkan oleh lebah madu, berasal dari nectar bunga yang berkembang
atau disekresi tanaman yang dikumpulkan oleh lebah, kemudian dibuah bentuk dan
dikombinasikan dengan zat khusus yang ada pada tubuh lebah, selanjutnya
disimpan hingga masak pada sel-sel madu.

Lebah alami Indonesia terdiri dari 3
spesies: yakni Apis adrenoformis, Apis cerana dan Apis dorsata.

Zat khusus pada
lebah yang berfungsi dalam proses pemecahan gula adalah cairan saliva lebah yang
mengandung enzim-enzim hidrolase.

Enzim invertase yang ditambahkan oleh lebah
pekerja ketika meminum dan memuntahkan kembali madu, berfungsi untuk
mengubah sukrosa menjadi dekstrosa (glukosa) dan levulosa(fruktosa).

Madu merupakan produk yang unik dari serangga, yang mengandung
prosentase karbohidrat yang tinggi, praktis tidak ada protein maupun lemak.

Nilai
gizi dari madu sangat tergantung dari kandungan gula-gula sederhana, fruktosa dan
glukosa.

Bahan pangan yang manis tersebut bersifat kental dengan warna emas
sampai gelap, diproduksi di dalam kantung madu dari berbagai jenis tawon dan dari
berbagai nectar bunga.

Rasa dan harumnya sangat dipengaruhi oleh jenis bunga
dimana nectar dikumpulkan.

Standar mutu madu di Indonesia terutama untuk kepentingan komersial
mengacu pada SNI 01-3545-1994.

Kadar air dari madu maksimal 22%, dengan
kandungan sukrosa maksimal 10% (berat sukrosa per berat madu atau b/b).

Standar Mutu SIMANIS MADU berdasarkan SNI 01-3545-1994:

No.          Jenis Uji                                    Satuan               Persyaratan
1         Aktivitas enzim                         diastase DN       minimal 3
2    Hidroksimetil fufural (HMF)       mg/kg               maksimal 40
3               Air                                                    %                      maksimal 22
4      Gula pereduksi (dihitung               % b/b               minimal 60
sebagai glukosa)
5          Sukrosa                                          %b/b                     maksimal 10
6        Keasaman                                ml NaOH 1 N/kg      maksimal 40
7      Padatan yang tak larut                %b/b                   maksimal 0.5
dalam air

NICO WIHARTO - Produsen Simanis Madu SNI

08 111 05 8210

0817 608 7600

nico.wiharto87@gmail.com